Tuesday, October 20, 2020

ANALISIS NOVEL RINDU BY TERE LIYE

 

Nama                    : Nada Azka S

NPM                      : 10520694

Kelas                      : 1PA04

 

Rindu karya Tere Liye



 

Sinopsis

“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Apalah arti cinta, ketika menangis terluka atas perasaan yg seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja”

Ini adalah kisah cinta yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi, tentang kehilangan pujaan hati, tentang cinta sejati, dan tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.

 

Analisis

Novel yang disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami ini memiliki banyak pembelajaran terkait hubungan sosial dan masyarakat yang digambarkan melalui interaksi antartokoh yang diceritakan. Di samping itu, hal yang membuat menarik dari novel Rindu adalah latar sejarah kapal yang digunakan sebagai pemukiman baru bagi jemaah haji Indonesia pada masa itu. Kapal ini dinamakan Blitar Holland yang merupakan salah satu kapal uap kargo terbesar kala itu milik perusahaan logistik dan transportasi besar asal Belanda. Di kapal inilah banyak terjadi interaksi sosial antarmasyarakat yang berbeda latar belakang dengan tujuan utamanya untuk menunaikan ibadah haji. 

Disini juga menceritakan tentang sebuah  kapal besar yang melakukan perjalanan haji , yang di lakukan selama 9 bulan.  Yang di dalamnya penuh dengan cerita bahagia dan airmata. Daeng Andipat yang berangkat bersama keluarganya. Begitu juga dengan Gurutta yang sudah menunggu sekian lama untuk melakukan perjalanan ini, ambo yang pergi karena kesedihannya dan kepiluan hatinya, pasangan sepuh Mbah Kakung Slamet dan Mbah Putri Slamet yang bersama cinta sejatinya untuk memenuhi janji,  Begitu pula denga Bonda Upe dan suami yang memiliki kesempatan untuk memenuhi kerinduannya dan penumpang lainnya. Walaupun lama perjalanan yang mereka lakukan tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap beribadah menunaikan rukun islam yang kelima. Lantas tidak begitu saja pertanyaan itu mengiringi  kapal itu. Masih ada masalah lain yang timbul, piston kapal yang rusak menyebabkan kapal harus di hentikan di lautan menuju Sri Lanka. Kapal dengan masalah piston itu sudah selesai dan bisa di tangan dengan baik. Kemudian muncul kembali dari bajak laut somalia yang di kenal kekejamannya.  Kerinduan atas tanah suci selesai sudah. Pertanyaan yang mengganjal menjadikan mereka jiwa yang kuat  dan mantap untuk meniti kahidupa ke depan. Tidak ada lagi ragu di dalamnya. Tidak terlepas dari cinta sejati pasangan sepuh itu yang meninggal di tempat yang sama dan dikuburkan di tempat yang sama pula. Begitu pula dengan kisah cinta umbo. Yang ternyata orang yang akan berjodoh dengan wanita itu adalah dirinya. Daeng Andipati yang sudah memaafkan ayahnya meniti kehidupan dengan bahagia dan kembali bersilahturahmi dan berkomunikasi kembali dengan keluarganya.

Dilihat dari cerita singkat diatas novel ini termasuk dalam golongan cinta amor/eros yang berarti cinta antara wanita dan pria. Dan termasuk dalam golongan cinta agape yang berarti cinta Manusia kepada Tuhan.

No comments:

Post a Comment