Nama :
Nada Azka S
NPM : 10520694
Kelas :
1PA04
Rindu karya Tere Liye
Sinopsis
“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik
kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak
saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta, ketika menangis terluka atas perasaan yg
seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg
seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan
tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan
melupakan jaraknya setipis benang saja”
Ini
adalah kisah cinta yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang
seharusnya disayangi, tentang kehilangan pujaan hati, tentang cinta sejati, dan
tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.
Analisis
Novel yang disajikan dengan bahasa yang mudah
dipahami ini memiliki banyak pembelajaran terkait hubungan sosial dan masyarakat
yang digambarkan melalui interaksi antartokoh yang diceritakan. Di samping itu,
hal yang membuat menarik dari novel Rindu adalah latar sejarah kapal yang
digunakan sebagai pemukiman baru bagi jemaah haji Indonesia pada masa itu.
Kapal ini dinamakan Blitar Holland yang merupakan salah satu kapal uap kargo
terbesar kala itu milik perusahaan logistik dan transportasi besar asal
Belanda. Di kapal inilah banyak terjadi interaksi sosial antarmasyarakat yang
berbeda latar belakang dengan tujuan utamanya untuk menunaikan ibadah
haji.
Disini juga menceritakan tentang sebuah
kapal besar yang melakukan perjalanan haji , yang di lakukan selama 9
bulan. Yang di dalamnya penuh dengan cerita bahagia dan airmata. Daeng
Andipat yang berangkat bersama keluarganya. Begitu juga dengan Gurutta yang
sudah menunggu sekian lama untuk melakukan perjalanan ini, ambo yang pergi
karena kesedihannya dan kepiluan hatinya, pasangan sepuh Mbah Kakung Slamet dan
Mbah Putri Slamet yang bersama cinta sejatinya untuk memenuhi janji,
Begitu pula denga Bonda Upe dan suami yang memiliki kesempatan untuk memenuhi
kerinduannya dan penumpang lainnya. Walaupun lama perjalanan yang mereka
lakukan tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap beribadah menunaikan rukun
islam yang kelima. Lantas tidak begitu saja pertanyaan itu mengiringi
kapal itu. Masih ada masalah lain yang timbul, piston kapal yang rusak
menyebabkan kapal harus di hentikan di lautan menuju Sri Lanka. Kapal dengan
masalah piston itu sudah selesai dan bisa di tangan dengan baik. Kemudian
muncul kembali dari bajak laut somalia yang di kenal kekejamannya. Kerinduan atas tanah suci selesai sudah.
Pertanyaan yang mengganjal menjadikan mereka jiwa yang kuat dan mantap
untuk meniti kahidupa ke depan. Tidak ada lagi ragu di dalamnya. Tidak terlepas
dari cinta sejati pasangan sepuh itu yang meninggal di tempat yang sama dan
dikuburkan di tempat yang sama pula. Begitu pula dengan kisah cinta umbo. Yang
ternyata orang yang akan berjodoh dengan wanita itu adalah dirinya. Daeng
Andipati yang sudah memaafkan ayahnya meniti kehidupan dengan bahagia dan
kembali bersilahturahmi dan berkomunikasi kembali dengan keluarganya.
Dilihat dari cerita singkat diatas novel ini termasuk
dalam golongan cinta amor/eros yang berarti cinta antara wanita dan pria. Dan
termasuk dalam golongan cinta agape yang berarti cinta
Manusia kepada Tuhan.